Pesan Nabi Ibrahim AS kepada Keturunannya

Membahas mengenai kisah Nabi Ibrahim AS tentunya banyak sekali kisah kehidupan beliau dan keluarganya yang kita semua bisa ambil hikmah dan pelajarannya. Dipostingan sebelumnya, kita sudah mencoba membahas mengenai kisah dari istri Nabi Ibrahim yaitu Siti Sarah dan Siti Hajar (klik), pada tulisan kali ini mari bersama-sama kita mempelajari mengenai pesan Nabi Ibrahim kepada keturunannya. Tulisan ini sebagian besar diambil dari hasil kajian series A Voice in The Dessert, yang dibawakan oleh Ustadz Omar Sulaeman dari Yaqeen Institute. Bagi yang ingin menonton secara lengkap bisa langsung mengunjungi chanel youtube Yaqeen Institute.

Seperti yang kita ketahui bersama, semasa hidupnya Nabi Ibrahim mengalami banyak sekali cobaan dan penolakan dari kaumnya. Salahsatu cobaan terberat adalah ketika beliau di lemparkan kepada api yang menyala dihadapan orang-orang karena menolak untuk menyembah berhala. Namun, dengan kekuasaan Allah api tersebut menjadi dingin dan Nabi Ibrahim terselamatkan dari api tersebut dengan tidak merasakan sakit maupun terluka. Ketika akan dilemparkan kepada api, beliau memanjatkan doa kepada Allah dengan penuh keyakinan:

“Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir”
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”

Beliau dengan penuh tawakal menyerahkan diri kepada Allah, yakin bahwa Allah akan menyelamatkannya dan sebaik-baiknya pelindung hanyalah Allah. Karena keyakinannya tersebut, Allah langsung menurunkan mukzizat untuk menolong Nabi Ibrahim AS.

Setelah mengalami penolakan yang sangat ekstrem, akhirnya beliau memutuskan untuk berhijrah bersama istrinya yaitu Siti Sarah. Saat itu beliau belum dikarunia keturunan dan ingin memiliki anak untuk melanjutkan dakwahnya, beliau berdoa kepada Allah agar dikaruniai keturunan yang sholih. 

"Rabbi Habli Minashalihin" 
"Wahai Rabbku, berilah aku keturunan yang shalih.” (Q.S. Al Qashshash: 110).

Nabi Ibrahim saat itu tidak memiliki pengikut, tidak ada keluarga yang mendukungnya kecuali istrinya yaitu Siti Sarah. Beliau sangat khawatir pesan-pesan ketauhidan tidak akan ada yang mewarisi, tidak akan ada yang menyebarkan islam dan memperkenalkan Allah. Sehingga beliau sangat bersungguh-sungguh meminta kepada Allah agar dikarunia keturunan yang sholih, yang akan menjadi mengikutnya dan menyebarkan agama tauhid. Karena kesungguhannya tersebut, Allah mengaruniakan beliau anak-anak yang sholeh, yaitu dari Siti Hajar lahirlah Nabi Ismail AS yang kemudian dari keturunannya lahir Nabi Muhammad SAW serta dari Siti Sarah lahirlah Nabi Ishaq AS dan darinya lahir Nabi Yakub AS.

Saat Nabi Ibrahim harus meninggalkan istrinya Siti Hajar dan bayi Ismail disebuah gurun tandus dimana tidak ada sumber makanan dan air, beliau merasa sangat sedih. Namun, karena keimanannya beliau mengikuti perintah Allah untuk meninggalkan istri dan anak satu-satunya yang sangat dicintainya tersebut. Beliau yakin bahwa Allah memiliki rencana yang baik dan Allah akan melindungi dan menjaganya keluarganya. Saat meninggalkan gurun tersebut, Nabi Ibrahim memohon doa kepada Allah untuk menjaga keluarganya, memohon agar keturunannya untuk mendirikan sholat dan memberikan rezeki kepada mereka agar mereka bersyukur. 

"Ya Rabb kami! sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, wahai Rabb kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.[Ibrâhîm/ 14: 37] (almanhaj.or.id).

Beribu-ribu tahun kemudian setelah peristiwa tersebut, kita sekarang bisa merasakan hikmah dari kejadian tersebut. Mengapa Allah memilih kota Mekkah dengan gurun yang tandus sebagai rumah-Nya? bukan suatu tempat yang kaya akan keindahan alamnya? Karena Allah ingin umat yang datang ke rumah-Nya yaitu Ka'bah hanya semata-mata untuk beribadah Kepada-Nya, Ketika Nabi Ibrahim meminta keturunan, bukan hanya semata-mata untuk memiliki anak saja, namun jauh lebih dari itu yaitu beliau ingin keturunanya menyembah Allah, mendirikan shalat dan menjadi hamba yang bersyukur atas karunia Allah. 

Setelah Nabi Ibrahim meninggalkan keluarganya di Mekkah, salahsatu do'a beliau untuk keturunannya adalah untuk tidak melakukan perbuatan syirik atau menyekutukan Allah. 
"Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala" (Q.S. Ibrahim:35)
Beliau ingin keluarganya dan keturunannya untuk tidak menyembah berhala dan hanya menyembah Allah semata. Nabi Ibrahim juga berkata: 
"Barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku"
Doa tersebut bukan semata-mata ditujukan kepada keluarga dan anak cucunya secara biologis saja, tapi kepada seluruh umat yang mengikuti beliau, yang menyembah Allah SWT. 
Allah SWT berfirman: 
"Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman" (Q.S. Ali-Imran: 68). 

Ketika berdoa untuk keturunannya, Nabi Ibrahim AS berdoa untuk dirinya terlebih dahulu, karena beliau tidak pernah merasa aman, beliau mengetahui bahwa manusia adalah makhluk yang lemah, sehingga khawatir terjerumus kepada ajaran berhala walaupun beliau adalah orang yang sangat menentang berhala. Beliau juga ingin keturunan beliau sebagai orang-orang yang mendirikan shalat. Salah satu doa beliau:

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan salat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (Q.S. Ibrahim: 40)

Beliau ingin keturunannya bukan hanya mendirikan shalat secara fisik saja, namun dengan sungguh-sungguh sesuai dengan yang cara yang telah diajarkan Allah SWT. Saat akan meninggal dunia, Nabi Ibrahim bertanya kepada anak-anaknya: "Apakah engkau akan berjanji untuk menyembah Allah saja?". Mereka menjawab bahwa mereka hanya akan menyembah Allah, begitupun ketika Nabi Ishak akan meninggal dunia berliu bertanya kepada anaknya yaitu Nabi Yaqub As. 

Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (Q.S. Al-Baqarah:133)

Nabi Ibrahim benar-benar ingin memastikan bahwa keturunannya hanya akan menyembah Allah SWT. Beliau telah berhasil memiliki anak-anak Qurata Ayyun yaitu anak-anak yang menjadi penyejuk. The greatest Qurrata Ayyun adalah ketika melihat keturunan-keturunan yang taat untuk menyembah Allah SWT. 

Semoga Allah SWT menjaga kita semua agar dapat menjalankan pesan Nabi Ibrahim AS yaitu untuk menyebah Allah semata dan mendirikan Shalat. Dan semoga kita juga bisa mengajarkan pesan ini kepada anak-anak kita dan keturunan kita semua. Aamin.. 

Nuryanti Dewi Jayanti
Hi, welcome to my blog! I'm Nur, this is my personal blog about lifestyle. I hope you enjoy to read my post :)

Related Posts

6 comments

  1. MasyaAllah Jadikan kami pengikut Nabi Muhammad dan Ibrahim yg hanya menyembah Allah saja aamiin

    ReplyDelete
  2. Jazakillah Mb sudah berbagi ilmu.

    ReplyDelete
  3. Menyembah allah dan mendirikan Shalat..masyaallah..terima kasih sharingnya mbaa

    ReplyDelete
  4. Aamiiin, semoga bisa meneledani ya mbaa.. Kita nonton series yang sama, tp mba resumenya lebih lengkap sekalii hehe, kereen mbaa

    ReplyDelete
  5. Aamiin, Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim emg panutan bgt

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email