Indonesia Resesi! Kenali Dampak dan Penanggulangannya

Resesi di Indonesia serta kenali dampak dan penaggulangannya


Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari kamis tanggal 5 November 2020 secara langsung telah mengumumkan bahwa Indonesia resmi mengalami resesi. Resesi sendiri adalah suatu kondisi dimana pertumbuhan ekonomi suatu negara mengalami minus selama dua kuartal berturut-turut. Indonesia dinyatakan mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal III (bulan Juli - September 2020) mengalami minus 3.49% yang sebelumnya juga pada kuartal II (bulan April - Juni 2020) mengalami minus 5.32%. Penyebab utama dari terjadinya resesi di Indonesia adalah adanya pandemi virus corona yang tidak berakhir sehingga mengakibatkan perekonomian mengalami guncangan hingga mengakibatkan resesi.

Terjadinya resesi merupakan suatu cerminan bahwa adanya kemunduran ekonomi dimana ditandai dengan Produk Domestik Bruto (PDB) negatif, penjualan dan pembelian menurun, pendapatan masyarakat berkurang, hingga terjadinya lonjakan angka pengangguran. Dampak signifikan akibat dari resesi di Indonesia adalah semakin berkurangnya lapangan kerja dan meningkatnya jumlah kemiskinan. 

Resesi sendiri sebetulnya merupakan suatu pertanda awal terjadinya krisis ekonomi di suatu negara. Pada tahun 1998 Indonesia sebelumnya juga sudah pernah mengalami resesi yang berujung pada krisis ekonomi, yang diakibatkan oleh ekonomi nasional yang rapuh karena inflasi yang sangat tinggi serta hutang yang membengkak. Kabar baiknya walaupun saat ini indonesia mengalami resesi, melihat perbandingan persentase pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan kuartal III telah menunjukkan bahwa pada kuartal III terjadi perubahan yang lebih baik, menandakan ekonomi Indonesia sedang mengalami perbaikan dari sebelumnya. 

Namun, dampak dari adanya resesi tersebut tetap tidak bisa dihindari oleh masyarakat Indonesia. Ada dua dampak akibat resesi yang terasa saat ini yaitu Badai PHK dan meningkatnya kemiskinan. Pemerintah saat ini melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi dampak dari resesi tersebut, termasuk memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, memberikan dukungan ekonomi terhadap UMKM dan perusahaan serta menggenjot investasi di Indonesia. Dalam artikel ini akan di bahas lebih jauh mengenai dampak dari resesi di Indonesia serta Upaya Penanggulangan resesi. 


Dampak Resesi di Indonesia 


1. Badai PHK Mulai Terjadi


Pemutusan hubungan kerja adalah salah satu dampak nyata akibat dari resesi karena lesunya perekonomian. Sektor Pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak dibandingkan dengan sektor lainnya. Hal ini disebabkan adanya pembatasan skala besar demi mencegah penyebaran virus corona yang mengakibatkan menurunnya pendapatan di sektor tersebut. Saat ini industri penerbangan, hotel dan restoran mengalami kerugian besar yang mengakibatkan tidak bisanya membayar biaya operasional. Industri penerbangan melakukan PHK secara besar-besaran karena turunnya minat masyarakat melakukan penerbangan, begitu pun dengan industri perhotelan dan restoran yang melakukan PHK dan menurunkan harga demi bisa bertahan. Tidak hanya sektor pariwisata saja sebetulnya, semua sektor bisnis saat ini tengah mengalami guncangan akibat dari pandemi virus corona. 

Akibat dari guncangan di berbagai sektor bisnis tersebut, dampaknya sangat dirasakan oleh para pekerja, mulai dari pemotongan gaji, tidak adanya insentif, dirumahkan hingga PHK. Apabila kita lihat saat ini pun banyak sekali pabrik dan perusahaan yang menutup usahanya dan menyatakan diri bahwa telah mengalami kebangkrutan. Beruntung bagi para perusahaan yang masih bisa bertahan dengan melakukan berbagai usaha demi tetap berpenghasilan dan bisa menggaji karyawannya. 

Sebagai pusat bisnis, Jakarta adalah salah satu kota yang dilaporkan mengalami jumlah pengangguran sangat tinggi dibandingkan daerah lainnya. Pengangguran di Jakarta saat ini dilaporkan sudah mencapai hampir 10 juta orang. Dengan pengangguran yang tinggi tersebut, maka dapat memunculkan berbagai masalah sosial di masyarakat, salahsatunya adalah meningkatnya jumlah kemiskinan. 


2. Jumlah Kemiskinan Bertambah 


Akibat dari pengangguran yang semakin melonjak, maka daya beli masyarakat akan mengalami penurunan karena tidak adanya penghasilan, yang secara langsung mengakibatkan ekonomi menjadi lesu karena tidak adanya penjualan. Dengan pengangguran yang semakin bertambah, seorang yang bertanggung jawab sebagai penopang keluarga tidak akan mampu lagi memenuhi berbagai kebutuhan keluarganya yang mengakibatkan jatuhnya ke jurang kemiskinan. Semakin banyaknya jumlah pengangguran, maka lonjakan masyarakat miskin pun akan semakin bertambah. 

Jumlah kemiskinan yang semakin bertambah menimbulkan kekhatiwatiran ditengah masyarakat saat ini. Hal tersebut disebabkan karena kemungkinan tingkat kriminalitas akan semakin meningkat akibat adanya kebutuhan pokok yang tidak terpenuhi. Oleh sebab itu, saat ini berbagai bantuan pemerintah diberikan kepada masyarakat yang mengalami PHK dengan adanya kartu pra kerja dan masyarakat yang berpenghasilan rendah dengan bantuan sosial. Bantuan tersebut diharapkan bisa menompang hidup masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dan meningkatkan daya beli masyarakat.  



Upaya Penanggulangan untuk Bertahan di Tengah Resesi 

Upaya bertahan di tengah resesi


1. Menyimpan Dana Darurat 


Menyimpan dana darurat merupakan hal penting agar bisa bisa bertahan di situasi yang tidak menentu. Beberapa ahli finansial merekomendasikan untuk dapat menyimpan dana darurat sekitar 6-12 kali pengeluaran perbulan. Dana darurat ini adalah dana untuk berjaga-jaga ketika adanya kebutuhan yang mendesak dan diluar dugaan. Dana darurat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ketika penghasilan yang berkurang karena terjadinya pemotongan gaji, terkena PHK, atau hal lainnya yang bersifat sangat mendesak sehingga seseorang tidak perlu berhutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

2. Menahan Belanja Konsumtif 


Mengerem pengeluaran yang tidak penting dan mengalihkan uang yang ada untuk menyimpan dana darurat merupakan salahsatu hal agar bisa bertahan di tengah resesi. Bisa menahan diri terutama untuk tidak melakukan pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya sekunder dan tersier sangat penting tertutama apabila kita memiliki penghasilan yang sifatnya cukup. Berbagai financial planner pun mengatakan bahwa "Cash is the King" dimana memiliki uang cash saat ini sangat penting. Saat ini banyak orang yang mempelajari literasi keuangan agar dapat melakukan review anggaran pemasukan dan pengeluaran serta bisa mengambil keputusan finansial yang tepat. 

Lain halnya dengan masyarakat tingkat menengah keatas, saat ini dicanangkan untuk melakukan konsumsi dengan membeli produk-produk UMKM, yang mana hal ini bisa membantu meningkatkan perekonomian nasional. 

3. Membeli Produk UMKM atau dalam Negeri 


UMKM adalah penompang dalam perekonomian nasional karena memberikan sumbangan besar untuk menjaga perekonomian Indonesia khususnya di tengah pandemi ini. UMKM adalah salahsatu pilar karena memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan dengan perusahaan-perusahan besar yang terpengaruh dengan kondisi global. 

Mendukung UMKM saat ini sangat diperlukan, yaitu dengan membeli produk-produk dalam negeri. Dengan membeli produk dalam negeri, selain membantu kelangsungan bisnis UMKM juga membantu perputaran uang di dalam negeri agar tetap berjalan.   


4. Membangun Kapabilitas Diri 


Melihat jumlah pengangguran yang semakin bertambah setiap harinya, maka peluang mencari pekerjaan pun akan semakin sulit apabila tidak memiliki keahlian tertentu. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk belajar meningkatkan skill dan berbagai pengetahuan lainnya demi meningkatkan kapabilitas diri. Mengikuti berbagai kelas online yang dapat mengasah kemampuan kita patut di perhitungkan karena selain menambah ilmu juga membangun networking yang mana bisa membantu kita kedepannya untuk mendapatkan berbagai informasi. 

Selain itu, bagi yang sedang bekerja hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan produktivitas kerja  agar perusahan bisa bertahan di tengah guncangan resesi ini. Menjadi seorang pekerja yang adaptif dan bisa fit dimana saja merupakan hal yang dibutuhkan oleh perusahaan saat ini. 

5. Mencari Penghasilan Lain 


Mencari Penghasilan tambahan diluar gaji bulanan merupakan salahsatu strategi agar kebutuhan dapat tetap terpenuhi di situasi yang tidak menentu. Memiliki beberapa keran penghasilan akan membantu ketika satu keran penghasilan lainnya tertutup. Pintar melihat berbagai peluang yang ada merupakan salahsatu cara untuk mendapat tambahan penghasilan. Penghasilan tambahan tersebut dapat kita peroleh dengan menawarkan jasa dengan skill yang kita miliki atau membuka usaha-usaha lainnya sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.



Dari penjelasan tersebut dapat terlihat bahwa resesi memberikan dampak perekonomian yang cukup siginifikan. Mengenali dampak yang ditimbulkan oleh resesi dapat membantu kita untuk bersiap lagi dan menyiapkan segala upaya agar bisa menanggulangi dampak dari resesi tersebut. Terimakasih sudah membaca artikel singkat ini, semoga bisa memberikan banyak manfaat. 

Nuryanti Dewi Jayanti
Hi, welcome to my blog! I'm Nur, this is my personal blog about lifestyle. I hope you enjoy to read my post :)

Related Posts

7 comments

  1. Sepertinya no 1 dan no 4 yang belum dikerjain. Kali aja abis belajar sama Mbak Marita jadi pede ikutan lomba blog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangatt mbaa, aku juga masih belajar untuk menerapkan tips tersebut..

      Delete
  2. membeli produk UMKM aku setuju banget tips ini
    semoga semakin bertambah pede dengan produk indo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya produk-produk UMKM tidak kalah kualitasnya dengan produk luar, hanya saja terkadang marketing dari produk UMKM ini kurang kuat sehingga kita lebih tertarik membeli produk luar

      Delete
  3. Pencerahan ini, kita jadi tahu bagaimana menggadapi krisis ekonomi. Artikelnya bermanfaat banget. Jadi blog favoritku kali ini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email