Pengalaman Berkunjung ke Melbourne Australia

Pengalaman Berkunjung ke Melbourne Australia


Melbourne adalah sebuah Ibu kota yang terletak di negara bagian Victoria Australia. Melbourne memiliki keunikan salah satunya selama beberapa tahun belakangan Melbourne mendapat peringkat sebagai kota paling nyaman untuk ditinggali di dunia. Hal tersebut tidaklah mengherankan bagi Melbourne menjadi tempat yang menyenangkan sebagai tempat tinggal, karena fasilitasnya yang sangat lengkap, tata ruang kota yang indah, bangunan-bangunan yang artistik, ditambah lagi dengan makanan yang lezat di sepanjang jalan serta tingkat kejahatan yang sangat rendah. Karena hal tersebut Melbourne menjadi salahsatu kota sebagai tujuan wisata Internasional. 

Tiga tahun yang lalu tepatnya di tahun 2017, aku diberikan kesempatan untuk berkunjung ke Melbourne Australia dalam rangka mengikuti training. Walaupun sudah berlalu kurang lebih selama 3 tahun, tapi kenangan berkunjung ke Melbourne ini masih sangat mengesankan bahkan sampai hari ini. Oleh karena itu dalam tulisan ini, aku ingin berbagi pengalamanku ketika berkunjung ke Melbourne beberapa tahun silam. 


1. Mempersiapkan Visa Australia


Di tahun 2017 kantor baruku memberikan training mengenai produk yang akan dipasarkan di Indonesia untuk karyawan barunya. Alhamdulillah aku mendapatkan training tersebut untuk mempelajari produk yang akan dipasarkan. Persiapan pertama sebelum keberangkatan adalah menyiapkan visa. Waktu itu sempat khawatir visa akan ditolak karena aku sendiri belum pernah ada riwayat ke luar negeri sebelumnya walaupun sudah memiliki paspor kurang lebih . Nah karena belum adanya track record ke luar negeri tersebut, sempat khawatir visa akan tertolak karena visa Australia adalah salahsatu visa yang sulit untuk didapat. 

Ternyata track record yang masih kosong tersebut tidak berpengaruh terhadap approval visa selama dokumen yang diserahkan betul dan lengkap. Waktu itu aku apply visa bisnis secara offline. Untuk pengurusan visa Australia sendiri sebetulnya bisa dilakukan secara online maupun offline. Di Jakarta pengurusan visa Australia secara offline bisa diurus di VFS Global yang ada di daerah Kuningan.

Ada beberapa dokumen yang perlu disiapkan untuk mendapat visa bisinis Australia:
  • Mengisi Form Aplikasi 1415 (Ini untuk visa bisnis)
  • Copy KTP, Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga
  • Foto dengan latar belakang putih 3.5 x 4.5
  • Copy Passport (halaman depan, belakang, serta riwayat perjalanan)
  • Surat Sponsorship dari perusahaan
  • Surat Keterangan Kerja
  • Surat Bahwa akan kembali ke Indonesia
  • Surat Undangan dari Perusahaan Australia
  • Rekening Koran Perusahaan
Note: Mohon di cek untuk persyaratan saat ini karena persyaratan tersebut di tahun 2017 


Lama pengurusan hingga status visa di granted tidak terlalu lama, bahkan aku pribadi sepertinya kurang dari seminggu. Pengumuman apakah visa digranted atau tidak akan diinfokan melalui email yang didaftarkan pada form, jadi harus pastikan bahwa data yang diisi di form semuanya betul. Berbeda dengan visa-visa dari negara lain dimana visa akan di tempelkan di paspor, untuk visa Australia sendiri hanya diberikan dalam bentuk kertas yang didalamnya ada data pribadi dan serta nomor ID dari visa. Nah setelah urusan visa selesai, maka selanjutnya adalah mempersiapkan keberangkatan. 


2. Persiapan keberangkatan ke Melbourne Australia


Aku berangkat ke Melbourne saat itu pada pertengahan Agustus dan di Australia sedang mengalami musim dingin. Waktu musim dingin di Australia berkebalikan dengan musim di negara lain, dimana pada bulan tersebut negara lain sedang mengalami musim panas. Selain itu, musim dingin di Melbourne juga sedikit berbeda karena kita tidak akan menjumpai salju di sekitar jalan, salju di Australia hanya akan turun di daerah pegunungan.

Karena waktu itu musim dingin, maka hal yang wajib dipersiapkan dan dibawa adalah jaket musim dingin. Sebetulnya jaket yang dibawa pun tidak perlu terlalu tebal seperti akan bertemu salju karena suhu musim dingin di Melbourne sendiri sekitar 10 derajat celcius. Selain jaket, menurutku yang penting dibawa juga adalah sarung tangan, syal, kaus kaki dan sepatu, karena angin disana saat musim dingin lumayan sangat kencang. Bagi kita orang Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis menurutku musim dingin ini akan lumayan terasa, sehingga sebelum keberangkatan perlu mempersiapkan pakaian dan atribut musim dingin lainnya agar kita bisa nyaman saat beraktivitas nantinya. 


3. Keberangkatan ke Melbourne Australia


Keberangkatan ke Melbourne waktu itu menggunakan penerbangan direct Jakarta - Melbourne dengan maskapai Garuda Indonesia. Perjalanannya sendiri waktu mengambil tengah malam dengan waktu perjalanan kurang lebih selama 6 jam 30 menit. Nah karena perbedaan waktu Melbourne dan Jakarta sekitar 3 jam, maka kita sampai di Melbourne sekitar jam 9 pagi waktu Melbourne. 

Pengalaman selama di pesawatnya sendiri menurutku sangatlah nyaman walaupun menggunakan kelas ekonomi. Makanan yang disediakan pun tidaklah perlu khawatir bagi muslim karena garuda menyediakan makanan halal. Makanan-makanan yang disediakan sangat beraneka ragam sehingga banyak pilihan yang bisa kita ambil. 

Karena perjalanan cukup panjang dan di malam hari, maka waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk tidur dan beristirahat. Walaupun di malam hari, namun garuda tetap memberikan pelayanan yang memuaskan terutama dari segi service makanan. 


4. Kedatangan di Melbourne


Saat tiba di Melbourne sebelum keluar dari bandara kita akan antri untuk mendapatkan pemeriksaan paspor dan ada sedikit wawancara. Saat wawancara akan ditanya tujuan kita ke Australia untuk apa dan akan tinggal berapa lama. Pertanyaanya cukup simpel karena pihak imigrasi hanya ingin memastikan tujuan kunjungan kita ke Australia. 

Setelah keluar dari Bandara, waktu itu kita ada yang jemput dari pihak Australianya. Perjalanan dari bandara menuju hotel sangat mengagumkan menurutku terutama dari segi bangunannya. Banyak bagunan yang bernuansa modern dan juga bangunan klasik. Bangunan klasik di Melbourne ini menurutku mirip dengan gambar-gambar eropa yang aku sering lihat di media. Karena begitu kagum dengan keindahan kota Melbourne bahkan perjalanan dari Bandara ke Hotel sangat tidak terasa. 

Selama kurang lebih 30 menit akhirnya sampai di Hotel Grand Hyatt tempat dimana kami akan menginap. Kunjungan ke Australia yang sangat singkat yaitu hanya selama 4 hari, maka kami memilih waktu istirahat di hotel tidak terlalu lama karena ingin segera jalan-jalan untuk melihat pemandangan indah di kota Melbourne.


Historical Building Melbourne Australia


5. Jalan - Jalan di Melbourne


Begitu keluar dari hotel kami sudah disuguhkan dengan pemandangan indah dari bangunan-bangunan yang ada di Melbourne. Bangunan-bangunan tersebut banyak sekali yang bergaya klasik dan artistik seperti bangunan yang ada di Eropa. Hal ini cukup cukup mengagetkan bagiku, karena sebelum nya aku kira Melbourne itu adalah kota besar dengan bangunan-bangunan modern seperti di Jakarta. Namun ternyata banyak juga tempat-tempat dengan bangunan tua yang masih terjaga hingga sampai saat ini. 

Walaupun berada di musim dingin, matahari tetap terik di siang harinya sehingga langit tetap cerah, hanya saja angin yang berhembus cukup kencang sehingga udara terasa dingin. Oleh sebab itu, tidak heran walaupun keadaan cerah orang-orang tetap menggunakan pakaian dingin karena udara memang terasa dingin disana. 

Jalan di Melbourne Australia


Berjalan-jalan di Melbourne juga sangat menyenangkan walaupun jalanan sangat ramai karena selain melihat bangun tua, banyak tembok-tembok modern di jalanan gang yang diisi dengan banyak gambar mural dan grafiti yang cukup indah. Selain itu, di sepanjang jalan juga kita bisa melihat bermacam-macam kuliner unik yang berasal dari berbagai negara yang terlihat sangat lezat. 

Selain menikmati jalan dengan pemandangan bangunan dan kuliner, Melbourne juga memiliki shopping centre yang cukup besar, dimana kita bisa membeli berbagai barang seperti baju, sepatu, aksesoris dan oleh-oleh lainnya. Beberapa merek yang dijual sudah ada yang kita kenal dan masuk Indonesia. 

Kalau kita tidak begitu suka dengan shopping, kita bisa menikmati pemandangan dengan mengunjungi sungai yang cukup terkenal yaitu Sungai Yarra (Yurra River) yang letaknya tidak terlalu jauh dari shopping centre. Sepanjang pinggir sungai banyak restoran dan taman-taman dimana kita bisa duduk santai atau berolah raga. 



Apabila kita lelah dengan jalan kaki, jangan khawatir karena di Melbourne sendiri ada transportasi umum yaitu Tram dimana transportasi ini gratis. Oh iya yang membuat aku kagum, walaupun di pusat kota dan banyak jalur Tram, namun masyarakat disana sangat tertib dan patuh dengan rambu lalu lintas. Sehingga tempat wisata ini sangat tertib dan nyaman. 

Satu lagi, di Melbourne sendiri berlaku jam malam, dimana tempat yang ramai tersebut akan mulai sepi di jam 6 sore. Banyak pusat perbelanjaan yang sudah tutup di jam tersebut begitupun dengan transportasi umum yang sudah berhenti beroperasi.





Namun sayangnya karena waktu yang sangat singkat, kami tidak mengunjungi tempat wisata seperti pameran atau museum yang ada di Melbourne. Namun secara keseluruhan aku pribadi sangat puas dan bersyukur dengan pengalaman berkunjung ke Melbourne ini. 




Aku sangat bersyukur mendapatkan fasilitas yang menuruku sangat wow dari kantor padahal dulu aku masih statusnya karyawan baru. Dari perjalanan ke Australia ini memberikan banyak kesan dan pelajaran untukku pribadi yang telah mengubah point of view ku untuk tidak takut bermimpi dan melihat bahwa dunia ini luas dan banyak tempat-tempat yang perlu kita kunjungi. 
Nuryanti Dewi Jayanti
Hi, welcome to my blog! I'm Nur, this is my personal blog about lifestyle. I hope you enjoy to read my post :)

Related Posts

7 comments

  1. MasyaAllah bumi Allah sangat luas, semoga diberikan kesempatan untuk kesini juga

    ReplyDelete
  2. Wah menarik ya kak perjalanan di Melbourne nya.. waktu itu visa dikenakan biaya ga ya?

    ReplyDelete
  3. Wih MasyaAllah.. gak tanggung2 ini review-nya.
    Melbourne 💗

    ReplyDelete
  4. Wow, walau gak ada salju tetep dingin banget ya

    ReplyDelete
  5. Masyaallah, jadi pingin ke sana. Kira-kira habis berapa ini?

    ReplyDelete
  6. Waaaahhhh 😍 Semoga diberi kesempatan untuk bisa berkunjung kesana

    ReplyDelete

Post a Comment