Memeluk Kekhawatiran Menuju 2021

Memeluk kekhawatiran menuju 2021

Pada tanggal 29 Desember 2020 Heal Yourself dan Sister of Deen mengadakan webinar yang berjudul Sejenak Jeda, Lalu Menata Rencana. Pada webinar ini mendatangkan dua pembicara yaitu Husna Hanifah dan Novie Octaviane yang merupakan founder dari Sister of Deen. Teh Novie sendiri selain dari founder Sister of Deen beliau juga merupakann founder dari Heal Yourself. Webinar ini diadakan bukan dalam rangka untuk selebrasi tahun baru, karena dalam islam sendiri tidak mengenal perayaan tahun baru. Tapi webinar ini mengajak bersama-sama untuk mengambil jeda sejenak dan menata rencana agar kita menjadi lebih baik lagi di tahun yang baru. 

Webinar terdiri dari dua sesi, yaitu sesi pertama diisi oleh Teh Husna sebagai pembicara dengan membawakan materi dengan subjudul Refleksi 2020 dalam Sejenak Jeda dan sesi kedua diisi oleh Teh Novie dengan membawakan materi dengan subjudul Memeluk Kekhawatiran Menuju 2021. Webinar ini sangat menarik mengingat kita akan menghadapi tahun yang baru dan pastinya setiap dari diri kita memiliki berbagai rencana di tahun yang akan datang dan ingin menjadi lebih baik lagi. 

Pada artikel ini akan di bahas review mengenai materi Memeluk Kekhawatiran Menuju 2021 yang di sampaikan oleh teh Novie Octaviane, yang pada artikel sebelumnya direview mengenai materi yang di bawakan oleh Teh Husna Refleksi 2020 dalam sejenak Jeda
Sejenak jeda lalu menata rencana

Memeluk Kekhawatiran Menuju 2021 

by Novie Octaviane

Menghadapi tahun yang baru kita dihadapkan dengan beberapa kekhawatiran, seperti takut tidak bertumbuh, takut tidak bisa lulus, takut gagal, takut tidak mendapatkan pekerjaan dan ketakutan-ketakutan lainnya yang mana ketakuan tersebut berada diluar kendali kita. Ketakutan yang kita rasakan tersebut bukanlah untuk kita hindari, tapi untuk kita kendalikan.
 
Sebetulnya kita memerlukan kekhawatiran tersebut, karena dengan adanya rasa khawatir kita bisa membuat antisipasi dan perencanaan. Adanya kekhawatiran akan membuiat diri menjadi lebih berhati-hati lagi saat membuat keputusan. Yang menjadi PR bagi kita semua adalah bagaimana cara untuk mengendalikan kekhawatiran tersebut? 
Iman adalah imunitas dari kekhawatiran
Iman diibaratkan sebagai tentara-tentara yang akan melindungi diri kita, sehingga iman adalah imunitas dari kekhawatiran. Kenapa bukan privilage ataupun perencanaan yang matang? Karena iman akan mengubah cara pandang seorang muslim bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah adalah baik. Dengan iman akan merubah tingkah laku seorang muslim dalam menghadapi kekhawatiran tersebut. Sebagai contoh mengenai jodoh yang belum datang. Dengan keimanan akan membantu kita untuk melihat konteksnya bahwa jodoh adalah sebagai ketetapan dari Allah SWT, dengan siapa kita akan berjodoh dan bagaimana kondisi pernikahan kita kedepannya adalah ketetapan dari Allah. Dengan keimanan kta akan mampu mengimani apa yang akan terjadi di depan kita dan menerima segala ketetapan dari Allah SWT. 

Apakah kita boleh memiliki tujuan atau mengalir tanpa rencana?  

Memiliki tujuan adalah senjata untuk kekhawatiran dan memiliki harapan akan mengantarkan kita pada tujuan. Tingkah laku manusia akan menjadi terarah ia memiliki tujuan. Namun, tujuan yang paling utama  bagi seorang muslim adalah untuk beribadah kepada Allah SWT sesuai dengan Q.S. Adz-Dzariyat:56 . 

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia (melainkan) untuk beribadah kepada-Ku" (Q.S. Adz-Dzariyat:56).

Ini bukan berarti kita tidak boleh punya tujuan-tujuan lain, tapi ayat ini adalah sebagai landasan bahwa apapun tujuan kita berlandasakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Kita berharap apapun aktivitas yang kita lakukan mendapat Ridha dari Allah SWT. Dengan memiliki tujuan maka akan lahir harapan. Memiliki harapan adalah hal yang penting seperti yang pernah dikatakan oleh Al-Fatih. 
"Kehilangan harapan adalah jauh lebih buruk daripada kehilangan senjata atau logistik makanan" Al-Fatih 1543

Memiliki tujuan lain bagi seorang muslim adalah dalam rangka menjadi manusia yang unggul. Setiap orang memiliki jalan masing-masing untuk berbuat amal shalihnya sesuai dengan potensi yang dimilikinya masing-masing. Sehingga kita perlu memiliki perencanaan. 

Oleh karena itu, memiliki tujuan bagi seorang muslim adalah hal yang sangat di perbolehkan bahkan sangat dianjurkan. Hanya saja muara dari segala tujuan bagi seorang muslim harus sejalan dengan apa yang menjadi tujuan penciptaan.

bertujuan atau mengalir tanpa rencana

Bagaimana cara menentukan tujuan?

Kenali apa yang menjadi tujuan-tujuan kita 
1. Memahami tujuan penciptaann kita kedunia ini 
2. Mengetahui titik nol dimana saat ini kita berpijak 
3. Mengetahui arah mana yang akan dituju dan jalan mana yang akan ditempuh 

Untuk mengantarkan ke tujuan besar, maka tentukan tujuan-tujuan kecil kita. tentukan langkah-langkah kecil apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dalam menentukan langkah yang diambil tidak akan lepas dari menentukan skala prioritas. 

Menentukan skala prioritas adalah hal yang penting karena waktu, energi dan sumber daya kita terbatas. Kita perlu seni untuk menentukan skala prioroitas. Sesibuk apapun hal yang paling diprioritaskan adalah kewajiban-kewajiban kita beribadah kepada Allah. Petakan to do list yang akan kita lakukan dan kategorika menjadi penting vs genting. Menagapa bukan penting vs tidak penting? Karena bisa jadi semuanya penting dan  semua urusan muslim penting dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

Dalam menentukan tujuan tersebut kita memerlukan strategi-strategi, yang  disebut dengan Goal Setting Strategies

Goal Setting Strategies

1. Check Existing Condition

Cek kondisi yang dimiliki saat ini, apa yang telah dilakukan? bagaimana penilaian terhadap diri sendiri? apa yang mendominasi pikiran dan perasaan belakangan ini? 
Setelah itu tentukan apa yang perlu diperbaiki, dihilangkan dan ditingkatkan

2. Vision Statement 

Bayangkan apa sebutan bagi diri kita di tahun depan? 
Apa visi yang dimilki untuk diri sendiri? 


3. Mission Strategies

Apa misi yang akan dilakukan untuk untuk mencapai visi yang diinginkan?
Misi yang dimiliki harus SMART (Specific, measurable, achievable, realistic and time-related)

4. Backward Question

Coba telusuri hal apa saja yang berhasil dilakukan? dan hal-hal apa sjaja yang dikerjakan dengan baik? Apa definisi keberhasilan menurutmu? 

5. Finding Metaphor

Ibaratkan mimpi sebagai sebuah milestone. Tanyakan kepada diri hal apa yang ingin ditaklukkan? 


6. Headline Technique

Bayangkan ketika suatu saat masuk majalah atau televisi, kira-kira kisah inspiratif apa dari diri kita yang akan ditampilkan? 

7. Love Letter dari Masa Depan 

Ketika menulis surat saat ini untuk dirimu dimasa depan, kira-kira apa isi surat itu? 

8. Buddy or Support System

Ceritakan apa yang menjadi rencanamu ditahun depan kepada orang-orang terdekat sebagai reminder dan penyemangat. 

Sekian review mengenai webinar memeluk kekhawatiran menuju 2021 yang di bawakan oleh Teh Novie. Terimakasih untuk Teh Novie yang sudah berbagi ilmunya yang luar biasa. Semoga kita bisa menyusun dan merealisasikan ultimate goal kita di tahun 2021 ini agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan menjadi hamba yang dicintai oleh Allah SWT. Aamin

Terimakasih yang sudah berkenan membaca, semoga tulisan ini bisa bermanfaat :)
Nuryanti Dewi Jayanti
Hi, welcome to my blog! I'm Nur, this is my personal blog about lifestyle. I hope you enjoy to read my post :)

Related Posts

1 comment

  1. Pake dream board bisa dijadiin goal setting juga, kan? Saya ada buat dream board dari pertengahan tahun 2016. Alhamdulillah tinggal satu lagi yang belum terlaksana dari 4 target yang ingin dicapai. (kelamaan ya?)

    ReplyDelete

Post a Comment

Follow by Email